Powered By Blogger

Sabtu, 15 Mei 2010

Senin, 15 Maret 2010

AAT KAU MENCINTAI SESEORANG

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama - sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Sumber:http://www.sungaibaru.com/artikel/ lihatArtikel

Selasa, 09 Maret 2010

SENTUHAN TANGAN BAPA

Hari ini di doa Puasa kami menyanyikan lagu sentuh hatiku.... tiba2 terbesit suatu kalimat di hati saya .... " Saat Tuhan menyentuh hati kita maka pada saat itu juga kehidupan itu ada dalam hidup kita dan proses pemulihan itu sedang terjadi dalam hidup kita".
Saya kembali teringat sebuah Filim yang saya tonton yang bercerita mengenai perjalanan sebuah biola.. dalam film itu di cerita bahwa sang maestro membuat sebuah boila yang sangat indah... dan kemudian biola itu di jual. beberapa waktu kemudian biola itu dibeli oleh satu keluarga untuk anaknya. seiring berjalannya waktu si anak mulai belajar main biola.. dan di tangan anak kecil itu biola itu menjadi rusak..cacat. dan tidak digunakan sebagai mana mustinya.

Beberapa waktu kemudian biola itu masuk ke toko loak dan kemudian masuk ke pelelangan.
pada saat semua barang sudah laku di lelang tertingal sebuah biola yang jelek..rusak untuk di lelang. sang juru lelang mulai menawarkan biola tersebut dengan harga yang sangat murah......tetapi tiba2 seorang laki2 tua muncul dari belakang dan menghampir biola tersebut. Dia mulai membersihkan biola tersebut mulai menstem senar biola tersebut... dan mulai memainkan biola tersebut... apa yang terjadi... semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terdiam dan orang yang sudah keluar dari ruaNgan itu pun masuk kembali..... dan akhirnya biola yang tadinya rusak, jelek cacat, terjual dengan harga yang sangat.. Tinggi. apa yang menjadi rahasia biola itu terjual dengan harga yang sangat mahal... cuma satu jawabanya "KARENA SENTUHAN TANGAN SANG PENCIPTA".

Guys bukankah hidup kita kadang kala sama seperti biola tersebut... kita berada di tangan yang salah... sehingga jidup kita hancur, rusak, dan tak berdaya... sehingga orang lain mulai menjauhkan kita, meninggalkan kita, menghina kita,bahkan menolak sehingga kita berkata kepada diri kita aku enggak mungkin bisa berubah dan kita mulai menyerah dengan keadaan bahkan ada yang mungkin berniat untuk bunuh diri....tapi ingat satu hal... ada satu pribadi yang bisa memulihkan itu semua. Dia bisa merubah dari yang tidak ad menjadi ada.. Dia sanggup merubah Hidup kita dari kondisi yang paling buruk sekalipun... cuma satu yang Dia minta injinkan Dia menyentuh Hati kita, ijinkan Dia menyentuh hidup kita sehingga pemulihan itu terjadi dalam hidup Kita...

Guys Datang Kepada Bapa yang menciptakan kita.... dan Ijinkan Dia Menyetuh Hati Kita sehingga Hidup Kita Dipulihkan...
 
" BAPA SENTUH HATIKU UBAH HIDUPKU MENJADI YANG BARU. BAGAI EMAS YANG MURNI KAU MEMBENTUK BEJANA HATI AJARKU MENGERTI SEBUAH KASIH YANG SELALU MEMBERI BAGAI AIR MENGALIR YANG TIDA PERNAH BERHENTI"

Senin, 08 Maret 2010

"KEMBALI KE TITIK NOL"

Di Pertemuan KPA beberapa waktu yang lalu Ko Beny menyampaikan kita harus kembali ke titik nol, yang intinya kita harus kembali kepada kasih yang semula. Mendengar hal itu saya jadi teringat kembali ke masa2 dimana saya pertama sekali Tuhan menjamah hati saya, pada saat itu setiap kali saya mengangkat tangan dan mulai menyembah Dia tanpa terasa air mata saya langsung turun, dan saya enggak bisa berkata-kata yang ada saya hanya menangis dan menagis tanpa saya tau kenapa saya menangis.
Setiap kali saya mulai menyanyi enggak peduli tempatnya dimana saya begitu merasakan kasih Tuhan selalu ada Di situ. Tetapi setelah saya mulai ikut melayani, dan mengikuti banyak kegiatan di gereja, pelyananan ini, itu dan sebagainya saya merasakan ada sesuatu yang berkurang dalam diri saya,
setelah ikut pertemuan kemarin saya mulai bertanya apa yang membuat saya jarang merasakan ada yang saya alami waktu pertama sekali saya mengenal Tuhan.
ada beberapa Hal yang Tuhan ingatkan.
1. Pelayanan
Ada apa dengan pelayanan?, Saya teringat waktu pertama sekali saya menggabungkan diri menjadi pengerja di gereja, hampir semua jenis pelayanan saya ikutin ( Mungkin saking semangatnya kali ya..)
Seringkali ada pemikiran yang salah mengenai pelayanan, dimana kita merasa pada saat kita pelayanan itu sudah menyenangkan Tuhan pada yang Tuhan mau adalah Kita melayani Dia yang punya pelayanan. Seringkali pada saat kita pelayanan baik itu singer, Wl, usher, doa, Multi media, kita begitu semangat dan kita merasa puas dengan apa yang Tuhan lakukan di ibadah itu. Pertanyaannya adalah kita bisa menikmati ibadah itu enggak????. Bandingkan apa bila kita menjadi jemaat dalam ibadah itu apa yang kita rasakan???? pasti berbeda. kecendrungan yang terjadi adalah pada saat kita menjadi pengerja kita jarang menyempatkan diri untuk mengambil waktu untuk beribadah menjadi jemaat, kadang kala kita merasa dengan melayani kita merasa itu sudh cukup. dan tidak perlu ikut ibadah sebagai jemaat lagi dan hal itu pun saya alami sendiri. beberapa Tahun ini saya jarang bisa menikmati ibadah karena sibuk dengan apa yang di katakan pelayanan.
Dalam hal ini saya mo katakan bukan pelayanannya yang salah tapi kita yang kadang terjebak dalam hal ini.
So apa yang harus kita lakukan????, kembali ke titik nol, kita lupakan sejenak berapa lama kita sudah melayani, berapa banyak pengalaman kita bersama Tuhan, tapi mulailah kita berpikir kita belum punya pengalaman dan senantisasa butuh bimbingan Tuhan, dengan itu kita akan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, posisikan diri kita seperti anak kecil yang belum punya pengalaman apa2 dan selalu penuh dengan pertanyaan,,,,,,.
"KEMBALI KE TITIK NOL"
GBU

NAMAKU 37

Catatan ini saya ambil di renungan yang da di FOS Community
Namaku 37. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa namaku 37? Aku sendiri pun tak ingat sejak kapan namaku 37. Yang kuingat hanya sejak kecil , sejak aku mulai bisa berpikir, orangtuaku selalu berkata, “ Kau ini memang anak nakal dan tak bisa apa-apa. Selamanya kau hanya akan menjadi 37. Kau tak akan pernah bisa menjadi 100. Jangankan 100, 40 pun tak akan akan pernah bisa. Kenapa kau tidak bisa seperti sepupumu, si 73. Lihat, bahkan orangtuanya bangga karena punya anak seperti 73. Kau ini benar-benar kebalikannya!”.

Ketika aku mulai bersekolah, ternyata teman-temanku pun mengatakan hal yang sama. Mereka juga memanggilku 37. Dan saat itu aku baru menyadari kalau namaku ditentukan oleh orang-orang di sekitarku. Mereka yang menentukan namaku dan bagaimana aku harus dipanggil, mereka yang menentukan posisi dan jalan hidupku sebagai 37. Terkadang aku berusaha menjadi orang yang lebih baik, lebih pintar dan lebih berprestasi. Mungkin kalau aku berusaha lebih, mereka akan melihat kalau aku mirip dengan sepupuku,si 73. Mungkin mereka juga akan memanggilku 73 dan mungkin orangtuaku akan bangga padaku. Alas, ternyata mereka tetap memanggilku 37. Bahkan orangtuaku pun berkata,” Kau ini 37. Sejak lahir pun kau sudah 37. Jangan mimpi berlebihan. Terima saja nasibmu.” Dan begitulah hidupku dimulai dan berlanjut, dengan membiarkan orang-orang di sekitarku menentukan hidupku.

Tapi, aku tidak sendirian. Teman-temanku pun mempunyai namanya masing masing. Lihat si 92. Sebenarnya kami semua memanggilnya 22 di belakangnya, tapi dia suka marah kalau kami memanggil nama sebenarnya. Kemanapun dia pergi dan siapapun yang dia ajak bicara, dia selalu mengenalkan dirinya sebagai 92. Dengan sombong dia selalu bercerita kalau namanya 92. Kasihan sebenarnya karena dia tidak sadar kalau kami tertawa dan mencemooh di belakang punggungnya. Tentu saja kami tak pernah memanggil nama sebenarnya, 22, dengan terang-terangan. Dia akan marah dan menantang berkelahi siapapun yang berani memanggil nama aslinya. Karena itu biasanya kami hanya menjauhinya dan mentertawakannya dari jauh.

Dan lihat si 88, dia sedikit lebih beruntung dari si 92/22. Sebenarnya 88 juga bukan nama aslinya, itu nama ayahnya. Ayahnyalah yang sebenarnya bernama 88. Entah sejak kapan diapun menyebut dirinya 88 dan orang-orang di sekitarnya yang takut dengan ayahnya pun memanggilnya 88. Tak ada yang tahu siapa sebenarnya nama aslinya, dan mungkin dia sendiri pun tidak akan pernah tau. Tidak seperti si 92/22, tak ada orang yang mentertawakannya dan semua orang memanggilnya 88. Tapi, bagiku itu agak menyedihkan karena seumur hidupnya dia tidak akan pernah dipanggil dengan nama aslinya. Selamanya dia akan selalu dipanggil dengan nama ayahnya

Tapi mungkin yang palig aneh dari semuanya adalah si 13. Walaupun namanya paling jelek, tapi dia selalu tertawa kalau ada yang mengejeknya. Aku pernah bertanya padanya,

“ Apa kau tak keberatan kalau orang mengejek namamu?’

“ Tidak, aku tidak keberatan karena itu bukan namaku sebenarnya. Namaku sebenarnya adalah 100. Karena itu walaupun mereka mentertawakanku, aku tidak peduli.”

“ Bagaimana mungkin namamu 100? Siapa yang memanggilmu begitu?”

“ Kau tidak mengenal Orang yang memanggilku. Tapi Orang itu mengatakan kalau namaku sebenarnya adalah 100. Dan aku mempercayainya.”

“ Kenapa kau bisa percaya perkataan orang itu?”

“ Karena Orang itu mau mati untuk membuktikan kalau perkataannya bisa dipercaya. Dia mau mati untuk menunjukkan kalau namaku sebenarnya adalah 100 dan bukannya 13. Dan aku percaya padaNYA.”

“ Tapi kau tidak terlihat seperti orang yang bernama 100…”

“ Aku tahu, masih perlu waktu bagiku untuk menjadi 100. Seorang pematung terkenal pernah berkata kalau dia sebenarnya tidak membuat patung dari batu. Tapi sebenarnya di dalam batu itu sendiri sudah ada patung, yang dia lakukan hanya membuang bagian-bagian yang jelek dan tidak diperlukan untuk memunculkan patung yang sebenarnya sudah ada dari awal. Begitu juga ketika Orang itu memanggilku 100, Dia bukan hanya sekedar memanggil nama tapi dia juga memberikan nama 100 itu dalam diriku. Yang perlu aku lakukan adalah membuang bagian-bagian jelek dari diriku untuk memunculkan nilai 100 itu.”

Pendapat yang aneh, tapi aku bisa mngerti pendapatnya. Di duniaku, nama kami semua ditentukan oleh orang lain. Kalau orang lain memaggilku 37, jadilah namaku 37. Karena itu kami sangat takut akan perkataan orang lain dan kami selalu berusaha supaya orang lain memanggil kami denga nama yang lebih baik.Kami melakukan segala cara supaya orang lain menghargai kami. Sebagian dari kami membuat nama baru dan memaksa orang lain memanggil kami dengan nama itu, seperti 92/22. Dan sebagian lagi mungkin meminjam nama orang lain, seperti si 88. Tapi kebanyakan mungkin sepertiku, menerima begitu saja nama yang diberikan orang lain dan membiarkan nama itu menentukan arah hidup kami.

Tapi si 13 berbeda, dia tidak peduli dengan nama yang diberikan orang lain. Baginya, hanya nama pemberian Orang yang mati untuknya itu yang dia pegang. Dan dia percaya nama itu miliknya dan suatu hari nanti dia akan bisa memakai nama itu dengan bangga. Ketika kutanya apakah dia tidak peduli dengan perkataan orang lain, dia cuma tersenyum dan berkata kalau hanya ada 2 orang yang perkataannya dia pedulikan yaitu orang yang dia sayang dan orang yang dia hormati. Di luar itu, apakah mereka memanggilnya raja atau pengemis, dia tidak peduli. Mungkin dia terdengar gila, tapi setidaknya dia tidak membiarkan hidupnya diatur oleh perkataan orang lain. Dia tidak peduli perkataan orang lain karena nama 100 yang diberikan kepadanya itu lebih berharga daripada semua omongan orang lain.

Mungkin sebenarnya kamilah patung-patung yang bodoh. Kami mebiarkan orang lain memahat diri kami dan membentuk diri kami bukan seperti apa yang kami inginkan tapi seperti apa yang orang lain inginkan.Tapi si 13 memahat dirinya sendiri, dia tahu seperti apa bentuknya seharusnya dan yang dia lakukan hanya mebuang bagian-bagian yang tidak diinginkan. Sementara kami hanya bisa menerima nama yang tidak kami inginkan, dia membentuk namanya sendiri.

Namaku 37, ini bukan nama yang kuinginkan tapi ini nama yang diberikan orang lain untukku.


PS: Michaelangelo yang mengatakan kalau dia tidak membentuk patung, tapi patung itu sendiri sudah ada di dalam batu dan yang dia lakukan hanya membuang bagian-bagian yang tidak perlu. Begitu juga dengan tukang bakmi, ketika melihat adonan tepung, yang dilihat tukang bakmi adalah bakmi di dalam adonan tepung itu. Tukang bakmi tidak membuat bakmi, yang dilakukan hanya memunculkan bakmi yang sebenarnya sudah ada di dalam adonan tepung itu.^^

Tukang Bakmi -- http://www.warungbakmi.blogspot.com

Seringkali kita menganggap diri kita tidak berharga, kita menilai diri kita dengan penilaian yang orang lain berikan pada kita. Namun satu hal yang harus kita ingat, saat sekeliling kita mengganggap kita tidak berharga karena status sosial kita, karena tingkat kecerdasan kita, karena rupa kita atau karena hal-hal lain yang terlihat di luar, ada Satu Pribadi yang selalu melihat kita berharga, dan Pribadi itu telah rela mati bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita sangat berharga di Mata-Nya. Berhenti memandang rendah dirimu dan lihat bagaimana Yesus begitu mencintaimu dan menilaimu bukan dengan apa yang dilihat manusia.

FOS Community -- http://www.fos-community.com

PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

Guys...beberapa minggu yang lalu saya harus masuk meja operasi, sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan, bayangkan saya alami, tapi melalui kejadian itu saya melaihat bgaiman pertolongan Tuhan Dtang tepat pada waktunya.
Tgl 31 Agustus...saya masih bisa beaktifitas seperti biasa, enggak ada tanda2 saya sakit, saya masih ikut fellowhip DP3 hari itu, tapi malam harinya menjelang tidur perut saya sakit banget, say berpikir itu cuma masuk angin biasa.
tapi lama kelamaan kok tambah sakit padahal sudah minum tolak angin, teman saya satu kamar bialng gimana kalo kita ke dokter....tapi saya bialgn besok aja lah karena saat itu sudh jam 12 malam.
jam 2 saya merasakan sakitnya tambah parah, jam 5 pagi saya sudah enggak kuat lagi saya putuskan utnuk ke dokter, dan langsung ke UGD. Setelah di diagnosa oleh dokter.. ternyat saya cuma masuk angin dan maag kambuh. Setelah itu saya pulang sampainya di rumah sakitnya tidak berkurang maslh semakin sakit. teman2 saya semua sudah pergi ke kantor tinggal saya sendiri dirumah, mau tidur enggak bisa, sakitnya semakin menjadi2,
Akirnya jam 1 siang saya telpon Pak Rudi teman kantor untuk membawa saya berobat kembali ke Hosana untuk berobat ke dokter Budi. jam 2 kami lagnsung me;luncur ke hosana... langsung ke dokter Budi.
Setelah di periksa ternyata hasilnya saya Kena usus buntu akut dan segera di Operasi... enggak bisa ditunda2 lagi.... mendengar itu seakan2 saya enggak percaya.
jam 3.30 Dokter Dudi langsung mempersiapkan segalanya untuk proses operasi...
jam 5 saya masuk ruang operasi..Dokter Nasyanto datang operasi mulai berjalan. pada saat itu saya tidak di bius total... sehingga saya bisa mendengar percakapan dokter. Satu hal yang saya Syukuri adalah Tuhan memberikan kekuatan kepada saya dan saya tetap tenang menghadapi semuanya.
Setelah selesai Oparasi Teman2 mulai berdatangan menjenguk..memberikan kekuatan dan memdoakan saya.
ke esokan harinya Dokter Budi menjenguk saya dan berkata bahwa Usus Buntu yang saya derita itu sudah akut dan sudah sedikit pecah, sehingga usus saya harus di cuci.... tapi dia bilang pecahnya itu belum menyebar... saya tidak bisa bayangkan seandainya kalo pecah da menyebar kemana2....
Dokter budi berkata jika proses operasi di lakukan pada malam harinya maka dipastikan usus buntu itu sudah pecah dan akan berakibat patal.....
Pada saat itulah saya mengerti Pertolongan Tuhan Tidak pernah terlambat... tepat pada waktunya.

Tgl 2 September..... Pada saat itu kaki saya belum bisa bergerak karena masih kena pengaruh obat bius... dan perawat berkata saya enggak boleh duduk, berdiri selama 24 jam dari waktu operasi... berarti saya bisa duduk jam 6 sore nya...
Jam 2 atau jam 3... pada saat itu saya merasakan kok tempat tidur saya goyang, tv di depan saya kok goyang.....ternyata terjadi gempa bumi yang cukup kuat.. seluruh isi rumah sakit berlarian keluar dari kamar... teman kamar di sebelah saya juga sudah keluar dan dia melihat saya dan berkata mas ayo keluar... saya cuma bilang mas enggak bisa jalan....... Pada saat gempa berlangsung gtarannya semakinkuat saya melihat ke plafon dan berkata Darah Yesus, Darah Yesus, dan berkata Tuhan Saya berserah.......
Melalui Kejadian itu Tuhan mengajarkan saya Apa itu arti berserah.
Saya mengucapkan Terima kasih ats perhatian dan dukungan doa yang teman2 berikan .GBU All

Cinta yang tak berkesudahan

Kisah ini saya ambil dai catatan seorang teman.. di FB.. dan saya sangat diberkti melalui kisah ini Kiranya ini juga isa menjadi berkat bagi siapa saja yang membacanya
Ada seorang pria yg memliki kekasih yg sangat dicintainya dgn sepenuh hati. Apapun dilakukan demi menunjukkan rsa cintanya pd permata hatinya ini. Suatu saat, pria ini berkata kpd kekasihnya, "kekasihku aku akan memberikan apapun yg kmu minta asalkan aku menilai hal itu baik buatmu. Krn aku tdk ingin melihat engkau kecewa dgn pilihanmu yg salah."

Hari demi hari berlalu mengiringi perjalanan cinta mereka. Pria ini tak pernah memalingkan hatinya atau melupakan kekasihnya. Sementara sang wanita merasa berbahagia memiliki pria ini. Hinnga suatu hr, wanita ini meminta sesuatu dr kekasihnya. Dia menginginkan sebuah kalung dgn berlian pd liontinnya. Ketika pria ini mendengar permintaan kekasihnya, dia menolak. Dia berkata, "kekasihku, aku tak mau atau tdk bsa membelikanmu kalung itu. Tp sangat berbahaya bila engkau memakai kalung itu dan kalau itu terjadi , bukan hanya kamu yg celaka, aku jg akan sangat menderita melihatmu sprt itu. Aku hanya tdk mau kamu mendapat celaka." Tapi kekasihnya terus meminta kalung itu dan tidak mau mendengar nasihatnya. Akhirnya kalung itu pun dibeli dan diapakai oleh sang wanita.

Selang beberapa hari, apa yg ditakutkan oleh pria ini benar2 terjadi. Ada 2 orang jahat yg merampas kalung itu saat kekasihnya sedang mengendarai motor. Kalung itupun terampas dan wanita ini terjatuh dr motornya. Mendengar berita ini, si pria langsung menemui kekasihnya, membawanya pulang dan mengobati lukanya. Dengan menangis, pria ini berkata ,"mengapa engkau tdk mau menuruti kata kataku? Engkau mendapat celaka sperti ini, aku merasa sepuluh kali lebih sakit dr padamu". Wanita ini menangis, dia menyesal dan berkata , "maafkan aku,aku bersalah pdmu krn tdk mendengar perkataanmu dan menuruti keinginanku sendiri. aku menyesal. Maukah engkau memaafkan aku? Dgn penuh cinta kasih pria ini memelik kekasihnya dan berkata," aku memaafkanmu sejak td, aku bahagia krn aku bs memlukmu dlm keadaan engkau msh hidup. Mulai skrng, turutilah perkataanku krn aku tdk akan pernah membuatmu celaka." Kekasihnya mengangguk dan mereka menangis bahagia...

Sobat... Bukankah cerita itu mirip dgn hidup kita sehari2 yg kita lewati bersama Tuhan? Tuhan adlh pria itu dan kita alh sang wanita. Ketika awal kita mengenal , kita berkobar2 dan melalui setiap detik dlm hdp dgn bahagia. Tetapi dgn berjalannya waktu, saat kita menginginkankan sesuatu dan memohon padaNYa, seringkali permohonan kita tdk sesuai dgn kehendak Tuhan. Tp kita trs memaksa dan merengek sprt anak kecil. Saat Tuhan benar2 mengabulkan permohonan kita, blm tentu itu baik buat kita. Malah bisa2 kita kecewa krn menuruti keinginan kita sendiri. Saat itu terjadi, barulah kita ingat padaNya, kita menyesal dan minta ampun.

Beruntunglah karna kita memiliki Allah yg Maha Pengampun. Dia tdk prnh menolak bila kita memohon ampun atas semua kesalahan kita dan kekerasan hati kita. Tetapi seringkali kita yg meninggalkaNya. Dan apa yg Dia lakukan? Dgn sabar Dia menunggu kita kembali PadaNYA.

Sobat, ingatlah:
Saat kita berhenti melangkah jauh dariNya, maka Dia tersenyum...
Saat kita menoleh padaNYA, maka Dia tertawa...
Saat kita berbalik padaNYA, maka Dia membuka kedua tangaNYA...
Saat kita melangkah 1 langkah ke arahNYA, maka Dia akan berlari 1000 langkah menghampiri kita...
Sungguh CintNYA kepada kita takkan pernah berkesudahan. Praise The Lord